Pemuda Islam

Di Pundak mu Pemuda
Pemuda , sebuah kata yang mendefinisikan perubahan, agen of changes.
Sebagian orang percaya bahwa hanya ditangan pemuda kejayaan dapat bermula, hanya pemuda yang yg pundaknya paling kuat sebagai penopang  utama perubahan bangsa, pemuda lah yg menjadi tolak ukur masa depan dan harga diri bangsa.
Saat ini masihkah ada kepercayaan  bahwa ditangan pemuda generasi akan dibangun, ditangan pemudalah sebuah cahaya peradaban baru akan muncul? Jika kita berbicara tentang tanah air, tentang titik perubahan yg diharap – harapkan kepada pemuda maka lihatlah, lihatlah refleksi diri kita. Masih pantaskah kita disebut sebagi agen perubahan jika tanggung jawab yang paling sederhana saja kita abaikan. Katakanlah kuliah, apakah saat ini kita telah menjunjung tinggi intregitas dan lebih mengutamakan proses daripada hasil? Tak usahlah lantang berteriak – teriak “bunuh saja koruptor!” jika kita sendiri saja masih curang (kong kaling kong) pada saat ujian, tak pantas lah kita ‘sok’ dengan turun ke jalan lantang meneriaknan “turunkan harga BBM!” jika kita masih titp absen saat demo tolak kenaikan BBM, tak perlulah sibuk mengkritk DPR yg asal – asalan membuat peraturan perundangan, jika kita saja membuat laporan hanya modal Wikipedia semalaman.

Aku ingin jadi aktivis



Aku memang ahwat biasa , , ,   sama sekali tidak ada  kelebihan
Agama? Biasa saja  masih buanyak akhwat lain yg lebih mateng pemahaman dan pengalaman agama nya
Harta? Aku bukan anak nya orang kaya
Hanya kebetulan saja aku bisa kuliah di biayai sang kakak. Sayang sekali sejak dahulu beasiswa juga belum berkenan menyentuhku.
Cantilk? Tidak ,,, , , , aku hanya wanita ndeso. Tidak secantik artis juga tidak seteduh wajah wajah aktivis

Pemuda Islam

Di Pundak mu Pemuda
Pemuda , sebuah kata yang mendefinisikan perubahan, agen of changes.
Sebagian orang percaya bahwa hanya ditangan pemuda kejayaan dapat bermula, hanya pemuda yang yg pundaknya paling kuat sebagai penopang  utama perubahan bangsa, pemuda lah yg menjadi tolak ukur masa depan dan harga diri bangsa.
Saat ini masihkah ada kepercayaan  bahwa ditangan pemuda generasi akan dibangun, ditangan pemudalah sebuah cahaya peradaban baru akan muncul? Jika kita berbicara tentang tanah air, tentang titik perubahan yg diharap – harapkan kepada pemuda maka lihatlah, lihatlah refleksi diri kita. Masih pantaskah kita disebut sebagi agen perubahan jika tanggung jawab yang paling sederhana saja kita abaikan. Katakanlah kuliah, apakah saat ini kita telah menjunjung tinggi intregitas dan lebih mengutamakan proses daripada hasil? Tak usahlah lantang berteriak – teriak “bunuh saja koruptor!” jika kita sendiri saja masih curang (kong kaling kong) pada saat ujian, tak pantas lah kita ‘sok’ dengan turun ke jalan lantang meneriaknan “turunkan harga BBM!” jika kita masih titp absen saat demo tolak kenaikan BBM, tak perlulah sibuk mengkritk DPR yg asal – asalan membuat peraturan perundangan, jika kita saja membuat laporan hanya modal Wikipedia semalaman.

Aku ingin jadi aktivis



Aku memang ahwat biasa , , ,   sama sekali tidak ada  kelebihan
Agama? Biasa saja  masih buanyak akhwat lain yg lebih mateng pemahaman dan pengalaman agama nya
Harta? Aku bukan anak nya orang kaya
Hanya kebetulan saja aku bisa kuliah di biayai sang kakak. Sayang sekali sejak dahulu beasiswa juga belum berkenan menyentuhku.
Cantilk? Tidak ,,, , , , aku hanya wanita ndeso. Tidak secantik artis juga tidak seteduh wajah wajah aktivis