Di Pundak mu Pemuda
Pemuda , sebuah kata yang mendefinisikan perubahan,
agen of changes.
Sebagian orang percaya bahwa hanya ditangan pemuda
kejayaan dapat bermula, hanya pemuda yang yg pundaknya paling kuat sebagai
penopang utama perubahan bangsa, pemuda
lah yg menjadi tolak ukur masa depan dan harga diri bangsa.
Saat ini masihkah ada kepercayaan bahwa ditangan pemuda generasi akan dibangun,
ditangan pemudalah sebuah cahaya peradaban baru akan muncul? Jika kita
berbicara tentang tanah air, tentang titik perubahan yg diharap – harapkan
kepada pemuda maka lihatlah, lihatlah refleksi diri kita. Masih pantaskah kita
disebut sebagi agen perubahan jika tanggung jawab yang paling sederhana saja
kita abaikan. Katakanlah kuliah, apakah saat ini kita telah menjunjung tinggi
intregitas dan lebih mengutamakan proses daripada hasil? Tak usahlah lantang
berteriak – teriak “bunuh saja koruptor!” jika kita sendiri saja masih curang (kong
kaling kong) pada saat ujian, tak pantas lah kita ‘sok’ dengan turun ke jalan
lantang meneriaknan “turunkan harga BBM!” jika kita masih titp absen saat demo
tolak kenaikan BBM, tak perlulah sibuk mengkritk DPR yg asal – asalan membuat
peraturan perundangan, jika kita saja membuat laporan hanya modal Wikipedia
semalaman.
