Tampilkan postingan dengan label Masalah Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Remaja. Tampilkan semua postingan

Mencintai Sejantan Ali

Kisah ini telah dibuat di banyak blog seolah olah telah menjadi kisah teladan umum tentang Cinta,, banyak menjadi tolak ukur para pejuang - pejuang cinta masa kini. Dikutip langsung dari buku Best Seller karya ustad Salim A Fillah berjudul "Jalan Cinta Para Pejuang".

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh mempesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn

’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

Sahabat



Sudah sejatikah persahabatan kita?
Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa (Kahlil Gibran)








Sudahkah kita temukan satu sahabat sejati kita ? Beruntunglah jika kita bisa setidaknya mempunyai satu sahabat sejati yang selalu ada disaat gembira ataupun berduka, karena jujur, kita mungkin merasakan indahnya persahabatan sejati setelah memiliki sahabat yang tanpa kita sadari telah sejak lama menjadi sahabat sejati kita .




 Klasifikasi ikhwan 




I.                    Berdasarkan pemahaman terhadap Islam
a.     Ikhwan Spons
Sebagaimana sebuah spons (inggris=sponge) , ikhwan spons terlalu banyak menyerap materi. Orang bisa kagum dengan wawasan keislamanya. Ia dapat menjelaskan dalil dengan baik, bisa berdebat dengan fasih. Ia bisa mempertahankan pendapatnya dengan argumentasi kuat, menyetir ayat Al Qur`an dan hadis. Ngustad banget deh pokoknya.
b.     Ikhwan besi
Dia adalah ikhwan yang bersmangat dalam menerapkan ajaran islam, padahal dia dului adalah sosok yang jukie2, funky, dan jorkygitu, deh. Ada suatu peristiwa penting yangmembuat dia sadar dan berubah. Temanya yang sesama pemadat mati, terus dia ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya, dan peristiwa lainya yang telah mennguncang sisi psikologisnya. Namun perubahan yang terjadi sangat drastis. Dia yang dulu senang jean bolong-bolong, sekarang berbaju koko ria kemana saja. Musiknya yang metal abiz, berubah jadi nasyid-nasyid jihad tipe Ar-Ruhul Jadid. Perubahan ajaibnya membuat orang terkesima, gak percaya. Kok, dia bisa berubah begitu ya?
Tampilkan postingan dengan label Masalah Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Remaja. Tampilkan semua postingan

Mencintai Sejantan Ali

Kisah ini telah dibuat di banyak blog seolah olah telah menjadi kisah teladan umum tentang Cinta,, banyak menjadi tolak ukur para pejuang - pejuang cinta masa kini. Dikutip langsung dari buku Best Seller karya ustad Salim A Fillah berjudul "Jalan Cinta Para Pejuang".

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh mempesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn

’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

Sahabat



Sudah sejatikah persahabatan kita?
Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa (Kahlil Gibran)








Sudahkah kita temukan satu sahabat sejati kita ? Beruntunglah jika kita bisa setidaknya mempunyai satu sahabat sejati yang selalu ada disaat gembira ataupun berduka, karena jujur, kita mungkin merasakan indahnya persahabatan sejati setelah memiliki sahabat yang tanpa kita sadari telah sejak lama menjadi sahabat sejati kita .




 Klasifikasi ikhwan 




I.                    Berdasarkan pemahaman terhadap Islam
a.     Ikhwan Spons
Sebagaimana sebuah spons (inggris=sponge) , ikhwan spons terlalu banyak menyerap materi. Orang bisa kagum dengan wawasan keislamanya. Ia dapat menjelaskan dalil dengan baik, bisa berdebat dengan fasih. Ia bisa mempertahankan pendapatnya dengan argumentasi kuat, menyetir ayat Al Qur`an dan hadis. Ngustad banget deh pokoknya.
b.     Ikhwan besi
Dia adalah ikhwan yang bersmangat dalam menerapkan ajaran islam, padahal dia dului adalah sosok yang jukie2, funky, dan jorkygitu, deh. Ada suatu peristiwa penting yangmembuat dia sadar dan berubah. Temanya yang sesama pemadat mati, terus dia ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya, dan peristiwa lainya yang telah mennguncang sisi psikologisnya. Namun perubahan yang terjadi sangat drastis. Dia yang dulu senang jean bolong-bolong, sekarang berbaju koko ria kemana saja. Musiknya yang metal abiz, berubah jadi nasyid-nasyid jihad tipe Ar-Ruhul Jadid. Perubahan ajaibnya membuat orang terkesima, gak percaya. Kok, dia bisa berubah begitu ya?