Tampilkan postingan dengan label Aktivis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivis. Tampilkan semua postingan

Bertahan Dalam Heterogenitas

Terdapat sebuah konsep sederhana mengenai diri kita dan lingkungan kita. Ketika kita berada di sebuah lingkungan, akan ada 2 pilihan yang mengikutinya : mewarnai atau terwarnai.  Mewarnai berarti kita memberikan pengaruh ke luar. Sedang terwarnai berarti kita dipengaruhi dunia luar. Sadar atau tidak, konsep seperti itu benarlah adanya. Hal itu sejalan dengan apa yang disabdakan Rasulullah dengan perumpamaan ketika kita berteman dengan pandai besi ataupun dengan penjual minyak wangi.





Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Pemuda Islam

Di Pundak mu Pemuda
Pemuda , sebuah kata yang mendefinisikan perubahan, agen of changes.
Sebagian orang percaya bahwa hanya ditangan pemuda kejayaan dapat bermula, hanya pemuda yang yg pundaknya paling kuat sebagai penopang  utama perubahan bangsa, pemuda lah yg menjadi tolak ukur masa depan dan harga diri bangsa.
Saat ini masihkah ada kepercayaan  bahwa ditangan pemuda generasi akan dibangun, ditangan pemudalah sebuah cahaya peradaban baru akan muncul? Jika kita berbicara tentang tanah air, tentang titik perubahan yg diharap – harapkan kepada pemuda maka lihatlah, lihatlah refleksi diri kita. Masih pantaskah kita disebut sebagi agen perubahan jika tanggung jawab yang paling sederhana saja kita abaikan. Katakanlah kuliah, apakah saat ini kita telah menjunjung tinggi intregitas dan lebih mengutamakan proses daripada hasil? Tak usahlah lantang berteriak – teriak “bunuh saja koruptor!” jika kita sendiri saja masih curang (kong kaling kong) pada saat ujian, tak pantas lah kita ‘sok’ dengan turun ke jalan lantang meneriaknan “turunkan harga BBM!” jika kita masih titp absen saat demo tolak kenaikan BBM, tak perlulah sibuk mengkritk DPR yg asal – asalan membuat peraturan perundangan, jika kita saja membuat laporan hanya modal Wikipedia semalaman.

Jangan Salahkan Kepo!

Jika saya mengucapkan satu kata, KEPO....
Apa yg anda fikirkan? Apakah kata kepo termasuk dalam salah satu daftar kata di kamus  pergaulan Alay?
Atau apa?  Apakah kata kepo ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia?
           Ternyata setelah saya cari di kamus bahasa indonesia online (karena saya tidak punya KBBI dan males kalo harus minjem di perpus heheh), kepo tidak ada dalam daftar kata !
            Dinukil dari salah satu blog yg saya temukan, ternyata kepo berasal dari  sebuah singkatan dalam bahasa inggris yg berarti ‘Knowing Every Particular Object’
 Eiiits, tapi tunggu dulu..
        Masih mengambil dari blog yg sama bahwa sebenarnya Kepo bukan dari bahasa inggris, namun berasal dari bahasa Hokkien ‘Kaypoh’ yg artinya rasa ingin tau,, lalu di impor sendiri oleh orang – orang indonesia menjadi kata Kepo. Terkhusus oleh orang Pesisir Medan, Palembang Dan Pekanbaru. Kenapa? Karena daerah tersebut sering dilalui oleh para hokkien dari Singapura untuk jalur dagang. hehehe
          Cukup basa – basi nya... sebenarnya bukan itu maksud dari pembahasan ini,  jadi apa tujuan tulisan ini? Pertama iseng :D , Kedua Ingin mencoba berbagi pemahaman saja.
Tampilkan postingan dengan label Aktivis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivis. Tampilkan semua postingan

Bertahan Dalam Heterogenitas

Terdapat sebuah konsep sederhana mengenai diri kita dan lingkungan kita. Ketika kita berada di sebuah lingkungan, akan ada 2 pilihan yang mengikutinya : mewarnai atau terwarnai.  Mewarnai berarti kita memberikan pengaruh ke luar. Sedang terwarnai berarti kita dipengaruhi dunia luar. Sadar atau tidak, konsep seperti itu benarlah adanya. Hal itu sejalan dengan apa yang disabdakan Rasulullah dengan perumpamaan ketika kita berteman dengan pandai besi ataupun dengan penjual minyak wangi.





Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Pemuda Islam

Di Pundak mu Pemuda
Pemuda , sebuah kata yang mendefinisikan perubahan, agen of changes.
Sebagian orang percaya bahwa hanya ditangan pemuda kejayaan dapat bermula, hanya pemuda yang yg pundaknya paling kuat sebagai penopang  utama perubahan bangsa, pemuda lah yg menjadi tolak ukur masa depan dan harga diri bangsa.
Saat ini masihkah ada kepercayaan  bahwa ditangan pemuda generasi akan dibangun, ditangan pemudalah sebuah cahaya peradaban baru akan muncul? Jika kita berbicara tentang tanah air, tentang titik perubahan yg diharap – harapkan kepada pemuda maka lihatlah, lihatlah refleksi diri kita. Masih pantaskah kita disebut sebagi agen perubahan jika tanggung jawab yang paling sederhana saja kita abaikan. Katakanlah kuliah, apakah saat ini kita telah menjunjung tinggi intregitas dan lebih mengutamakan proses daripada hasil? Tak usahlah lantang berteriak – teriak “bunuh saja koruptor!” jika kita sendiri saja masih curang (kong kaling kong) pada saat ujian, tak pantas lah kita ‘sok’ dengan turun ke jalan lantang meneriaknan “turunkan harga BBM!” jika kita masih titp absen saat demo tolak kenaikan BBM, tak perlulah sibuk mengkritk DPR yg asal – asalan membuat peraturan perundangan, jika kita saja membuat laporan hanya modal Wikipedia semalaman.

Jangan Salahkan Kepo!

Jika saya mengucapkan satu kata, KEPO....
Apa yg anda fikirkan? Apakah kata kepo termasuk dalam salah satu daftar kata di kamus  pergaulan Alay?
Atau apa?  Apakah kata kepo ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia?
           Ternyata setelah saya cari di kamus bahasa indonesia online (karena saya tidak punya KBBI dan males kalo harus minjem di perpus heheh), kepo tidak ada dalam daftar kata !
            Dinukil dari salah satu blog yg saya temukan, ternyata kepo berasal dari  sebuah singkatan dalam bahasa inggris yg berarti ‘Knowing Every Particular Object’
 Eiiits, tapi tunggu dulu..
        Masih mengambil dari blog yg sama bahwa sebenarnya Kepo bukan dari bahasa inggris, namun berasal dari bahasa Hokkien ‘Kaypoh’ yg artinya rasa ingin tau,, lalu di impor sendiri oleh orang – orang indonesia menjadi kata Kepo. Terkhusus oleh orang Pesisir Medan, Palembang Dan Pekanbaru. Kenapa? Karena daerah tersebut sering dilalui oleh para hokkien dari Singapura untuk jalur dagang. hehehe
          Cukup basa – basi nya... sebenarnya bukan itu maksud dari pembahasan ini,  jadi apa tujuan tulisan ini? Pertama iseng :D , Kedua Ingin mencoba berbagi pemahaman saja.